5 Efek Samping yang Bisa Timbul saat Makan Nanas, Konsumsi Dengan Tepat

Kaya akan vitamin B dan C, serat, mangan dan enzim bromelain yang kuat, nanas memberikan rasa segar yang lezat. Nanas kerap dijadikan buah pencuci mulut atau ditambahkan pada hidangan gurih seperti di makanan penutup yang manis.

Meski begitu, nanas juga bisa menimbulkan efek samping. Mengonsumsi nanas berlebihan atau dengan cara yang salah bisa menyebabkan iritasi pada mulut dan perut. Anda mungkin pernah mendapati rasa gatal di lidah dan tenggorokan setelah makan nanas. Rasa gatal ini menimbulkan ketidaknyamanan hingga iritasi.

Reaksi iritasi ini disebabkan oleh enzim bromelain yang bereaksi di mulut. Meski begitu, nanas masih merupakan buah penuh nutrisi. Mengonsumsinya dengan tepat dan benar bisa meringankan efek samping yang ada.

Tingkatkan gula darah

Nanas dapat mempengaruhi gula darah lebih dari beberapa buah lainnya. Nanas segar memiliki indeks glikemik tinggi 94, dan nanas kalengan dalam jus memiliki indeks glikemik antara 61 dan 79, membuatnya menjadi makanan dengan indeks glikemik sedang sampai tinggi. ½ cangkir nanas memiliki 15 gram karbohidrat.

Penderita diabetes harus membatasi konsumsi harian nanas. Nanas dapat menyebabkan sakit kepala, peningkatan rasa haus, dan sering buang air kecil pada penderita diabetes. Perhatikan total asupan karbohidrat saat makan. Direkomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari tiga hingga lima porsi karbohidrat (15 gram) setiap makan.

Interaksi obat

Nanas bisa mengganggu kinerja beberapa obat dalam tubuh. Ini disebabkan oleh enzim bromelain pada nanas. Bromelain bisa bereaksi pada obat-obatan seperti antibiotik, antikoagulan, pengencer darah, antikonvulsan, barbiturat, benzodiazepin, obat insomnia dan antidepresan trisiklik.

Reaksi bromelain pada obat-obatan tersebut dapat menimbulkan sejumlah efek samping seperti nyeri dada, demam, pusing, menggigil, hingga mimisan. Jika seseorang mengalami efek samping ini, mereka harus berhenti mengonsumsi nanas dan berbicara dengan dokter tentang kemungkinan perawatan lain.

Kerusakan gigi

Buah-buahan seperti nanas yang sangat asam akan melakukan proses kimiawi alami di mulut saat dikonsumsi. Sifat asam ini akan melunakkan enamel dan menyebabkan kerusakan gigi.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Nutrition Research” edisi Mei 2008, mengonsumsi terlalu banyak minuman asam dapat merusak enamel gigi.

Akibatnya gigi akan mengalami sensitivitas ekstrem saat mengonsumsi makanan panas atau dingin. Sifat asam pada nanas ini juga akan memicu keropos dan lubang pada gigi.

Iritasi di mulut

Seringkali orang akan merasakan sensasi aneh setelah mengonsumsi nanas. Enzim bromelain merupakan enzim yang dapat melunakkan daging karena memecah protein. Jika mulut terasa perih setelah makan nanas, bisa jadi itu karena bromelain sebenarnya mulai memecah protein di mulut. Ini benar-benar mencerna bagian dalam mulut.

Akibanya mulut bisa iritasi, perih, sariawan, gatal, atau bahkan berdarah. Jadi, jika mulut Anda sakit setelah makan nanas, Anda tidak sendirian itu terjadi pada semua orang. Berita baiknya adalah lidah Anda membangun kembali protein dan asam amino tersebut, sehingga tidak akan terasa sakit untuk waktu yang lama.

Masalah perut

Reaksi bromelain juga bisa terjadi dalam perut. Ini bisa menyebabkan mual dan muntah, rasa logam di mulut, sulit bernapas, hidung tersumbat, pusing, atau pingsan. Ibu hamil dan menyusui juga tidak dianjurkan mengonsumsi nanas karena dapat memberi efek buruk pada janin. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan diare, mual, dan muntah.

Sifat asam pada nanas juga bisa menyebabkan refluks asam pada perut. kondisi ini terjadi ketika cairan pencernaan kembali ke kerongkongan. Hasilnya adalah ketidaknyamanan pencernaan seperti mulas, yang merupakan sensasi terbakar di dada.

Cara mengonsumis nanas yang tepat

Pilihlah nanas yang benar-benar matang. Untuk mendapatkan nanas yang paling matang dan paling manis, pilihlah yang berwarna kuning keemasan dengan skala besar, rata, dan berukuran konsisten. Anda harus dapat dengan jelas mencium aroma segar, harum nanas yang khas, dan kulit harus kencang.

Bromelain cenderung lebih terkonsentrasi paling dekat dengan inti nanas, jadi pastikan Anda memotong setiap inti dari nanas segar. Cara lain untuk menghindari iritasi mulut adalah memasak nanas. Panas membantu memecah bromelain, membuat enzim kurang agresif.

Para ahli juga merekomendasikan membatasi konsumsi nanas tidak lebih dari 1 hingga 2 gelas per hari untuk menghindari iritasi mulut atau mengembangkan alergi nanas. Anda juga bisa merendam nanas yang sudah dikupas dalam air garam untuk mengurangi iritasi. Merendamnya dalam air garam membantu melarutkan sebagian keasaman pada nanas dan membuat bromelain menjadi kurang efektif.

Hindari mengonsumsi nanas jika Anda sedang mengonsumsi obat engencer darah, seperti Warfarin, Pradaxa, dan lainnya. Bromelain mungkin memiliki efek antiplatelet pada darah, meningkatkan potensi perdarahan yang berlebihan. Karena alasan ini, penting juga untuk menghindari konsumsi nanas sebelum dan sesudah operasi.