Agar Mata Bebas dari ‘Lensa’ Minus

Agar Mata Bebas dari 'Lensa' Minus

LigaPoker – Obat untuk mengurangi gangguan mata minus, plus, atau silinder, memang belum ditemukan. Namun teknologi yang dapat mengoreksi gangguan penglihatan terus dikembangkan.

Inilah yang ditawarkan CoZi Lasik, yaitu generasi teranyar dari lasik dengan proses yang lebih cepat dan risiko yang semakin rendah.

“Teknologi ini membuat proses koreksi kornea menjadi jauh lebih cepat,” ujar Setiyo Budi Riyanto, konsultan sekaligus operator untuk bedah katarak dan refraktif di RS Mata Jakarta Eye Center (JEC) di Spumante, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Setiyo menjelaskan, bila teknologi lasik terdahulu bisa memakan waktu 40 detik dalam mengoreksi kornea, CoZi Lasik hanya membutuhkan waktu 20 detik.

“Semakin cepat maka hasilnya makin presisi. Jika penggunaan laser terlalu lama, nanti bisa overcorrection karena kornea kering,” imbuh dia.

Overcorrection atau koreksi berlebihan memang menjadi salah satu efek samping dari lasik. Semisal, Anda memiliki mata dengan minus 5, over correction dapat membuat minus berubah menjadi plus. Dengan CoZi Lasik, risiko ini jauh berkurang.

Secara sederhana, ‘cara kerja’ lasik ialah dengan mengubah bentuk kelengkungan kornea demi mengoreksi gangguan refraksi seperti mata minus, plus dan silinder. Selama tindakan, bagian kornea akan dibuka. Lalu, koreksi kelengkungan kornea pun dilakukan.

Walau begitu, hasil lasik memang tidak 100 persen menghilangkan gangguan refraksi. Setiyo memberikan contoh, pasien dengan mata minus 5 yang menjalani prosedur lasik, tidak serta merta minusnya hilang menjadi 0.

Menurutnya, ada toleransi minus 0,25 hingga maksimal minus 1. Namun ia menjamin, pasien yang melakukan prosedur CoZi Lasik tidak lagi memerlukan kacamata atau lensa kontak untuk bisa melihat dengan jelas.

Di Indonesia, teknologi lasik sudah ada sejak tahun 1995. Teknologi yang memadukan mikrokeratom dan aplikasi laser ini membawa angin segar untuk mereka yang enggan memakai kacamata atau lensa kontak.