Album Lokal dan Internasional Terbaik 2019

Album Lokal dan Internasional Terbaik 2019

Di ujung dekade ini, geliat musik dalam dan luar negeri semakin kuat. Sejumlah musisi berhasil meramu musik mereka menjadi suguhan prima sehingga menonjol di tengah persaingan era internet.

LigaPoker  menengok kembali geliat tersebut dan mengambil lima album terbaik dari dalam dan luar negeri yang patut disimak.

Album Lokal Terbaik

Isyana Sarasvati – Lexicon

Bukan hanya karena sangat berbeda dari dua album sebelumnya, Lexicon juga menonjol karena seperti menunjukkan jati diri Isyana yang sesungguhnya. Kali ini ia menampilkan musik klasik dengan gaya kontemporer dalam sebuah karya artistik.

Gaya bernyanyi Isyana dalam lagu ini juga sangat berbeda dari sebelumnya. Pada beberapa bagian Sikap Duniawi, ia bernyanyi dengan nada yang sangat tinggi bak penyanyi seriosa.

Lagu yang paling berbeda dan menarik dalam album ini adalah LEXICON. Pada lagu yang digunakan sebagai judul album ini, Isyana Sarasvati memadukan genre musik klasik dengan genre progresif metal. Luar biasa, tak ada cacat.

Tuan Tigabelas – Harimau Soematra

Lewat album ini, Tuan Tigabelas mengenalkan siapa dirinya. Secara keseluruhan album ini berisi kritik untuk berbagai sektor, mulai dari lingkungan hidup lewat lagu Las Roar, sampai soal rapper karbitan lewat Move dan 16 Bar.

Menariknya, album ini melibatkan 12 produser berbeda yang memperkaya keseluruhan karya ini. Selain itu, pengayaan juga terdengar dalam lagu Last Roar yang berisi tiupan alat-alat musik tradisional, seperti sampelong dan sarunai.

The Adams – Agterplaas

Jika diibaratkan utang, The Adams berhasil membayar lunas kewajiban itu kepada penggemarnya yang telah menanti album baru selama 13 tahun. Eksplorasi album ini begitu prima, mulai dari aspek musik hingga lirik.

Ketimbang dua album sebelumnya, Agterplaas lebih menonjolkan progresi rapi dengan dinamika perubahan ketukan yang tak lazim, tapi tetap padu.

Dari divisi lirik, penulisannya lebih dewasa. Mereka bercerita tentang menghadapi masa depan bersama orang terkasih di lagu Timur dan pengalaman spiritual saat menjadi seorang ayah untuk pertama kali di nomor Sinar Jiwa.

Jirapah – Planetarium

Sekitar satu dekade timbul tenggelam dengan single dan EP, Jirapah akhirnya merilis debut album bertajuk Planetarium. Seperti namanya, eksplorasi dan eksperimen suara dalam album ini mengajak pendengar masuk ke alam sureal, jauh mengawang-awang.

Dengan lirik bahasa Indonesia, Jirapah membawa pendengar menyelami imaji masing-masing di dalam kolam narasi yang mereka sediakan.

Masih berjalan di koridor indie-rock, Jirapah berhasil membangun identitas sendiri di tengah pola keseragaman dalam keberagaman musik di era internet.

Pullo – A Dark Belief (EP)

Berangkat dari Medan, Pullo berhasil menyeruak masuk ke dalam lanskap musik independen dan membawa kegelapan post-punk melalui A Dark Belief.

Dalam lima lagu, album mini ini berhasil meramu perpaduan rapat repetisi melodi bassline gahar dengan raungan gitar, vokal berat, dan lirik bertema gelap. Sebuah perkenalan post-punk yang baik.

Album Lokal dan Internasional Terbaik 2019

Album Internasional Terbaik

Lana Del Rey – Norman Fucking Rockwell!

Album Norman Fucking Rockwell! boleh jadi tak terlalu mendapat banyak sorotan. Namun, album ini merupakan salah satu karya terbaik Lana Del Rey sekaligus dari seluruh rilisan tahun ini.

Del Rey masih berada di jalur pop pada album ini, tapi bila diperhatikan, terasa sedikit sentuhan rock klasik dan psikedelik. Gaya bernyanyi Del Rey tidak berubah, mempertahankan karakternya yang membuat album ini terasa elegan.

Album Lokal dan Internasional Terbaik 2019

Weyes Blood – Titanic Rising

Salah satu album dengan konsep paling matang tahun ini. Mulai dari sampul hingga pemilihan warna di dalamnya berhasil menuntun pendengar memasuki pengalaman mendengarkan musik yang sinematik dan memicu nostalgia.

Pengaruh musik folk/pop era 70-an seperti Carpenters memang sangat kental. Namun, tetap ada sentuhan modern melalui synthesizer di beberapa lagu. Sebuah paket pop yang lengkap.

Slayer – The Repentless Killogy

Slayer merilis album konser live dari panggung terakhir mereka di The Forum, Los Angeles yang diadakan pada 29-30 November lalu. Band yang telah memainkan thrash metal sejak 1980-an itu memutuskan pensiun, meletakkan instrumen dengan gagah di puncak kemenangan.

Dalam album, ambience penonton yang seperti ingin memberikan yang terbaik bagi Slayer sangat terasa. Mereka berteriak dan bernyanyi sepenuh hati, memberi penghormatan kepada sang legenda sejak awal, ketika Slayer memainkan Delusions of Saviour.

Total ada 21 lagu dalam album live ini. Tentu, lagu legendaris Angel of Death tak boleh dilupakan. Rapat, intens, kencang, dengan penonton yang terus bersorak tanpa henti dan vibrasi penuh emosi sejak awal, Slayer telah meninggalkan warisan manis lewat The Repentless Killogy.

Album Lokal dan Internasional Terbaik 2019

GOT7 – Call My Name

Diawali dengan You Calling My Name bernuansa lembut dengan beat-beat ringan di bagian chorus, kemudian beberapa lagu dengan ketukan yang lebih cepat namun tetap terdengar sederhana seperti Pray dan Run Away.

GOT7 memberikan nuansa menyenangkan dalam Now or Never yang menjadi hasil kolaborasi dengan DJ Jonas Blue serta Thursday yang membawa fan seakan kembali ke era Just Right. Album ini dengan ciamik ditutup lewat lagu Crash and Burn yang bernuansa gelap.

Secara keseluruhan, musik dalam mini album yang dirilis GOT7 pada 4 November 2019 ini terdengar lebih sederhana dibandingkan sejumlah mini album sebelumnya.

Album Lokal dan Internasional Terbaik 2019

BTS – MAP OF THE SOUL: PERSONA

BTS mengajak fan atau yang kerap disapa ARMY ‘berpetualang’ lewat Map of the Soul: Persona. Intro: Persona menjadi lagu pembuka sekaligus penanda mini album keenam BTS ini akan lit. Boys with Luv merupakan lagu utama mini album ini yang bernuansa amat menyenangkan baik musik dan video musik.

Nuansa serupa juga terdengar dalam Make It Right yang turut ditulis Ed Sheeran. BTS turut mengajak ARMY nostalgia dengan era Boys in Luv lewat Dionysius. Tak hanya itu, Map of the Soul: Persona menjadi hadiah BTS bagi ARMY karena memiliki lagu HOME di dalamnya.

Usai bersenang-senang, fan diajak sedikit bersantai dengan mendengarkan Mikroskosmos dan Jamais Vu. Sehingga, Map of the Soul: Persona merupakan salah satu bukti BTS terus memecahkan rekor, ekspektasi dan menjadi lebih besar.

Album Lokal dan Internasional Terbaik 2019