Brunei Hukum Mati LGBT, Inggris Minta Warganya Tak Diganggu

Brunei Hukum Mati LGBT, Inggris Minta Warganya Tak Diganggu

                LigaPoker – Kesultanan Brunei Darussalam memutuskan menerapkan hukuman cambuk dan rajam kepada kelompok lesbian gay biseksual transgender (LGBT). Pemerintah Inggris langsung menerbitkan peringatan perjalanan dan meminta Brunei supaya warganya yang mempunyai urusan di negara itu tidak diganggu.

Pemerintah Inggris menyatakan sejumlah warganya bermukim di Brunei. Yakni para prajurit beserta keluarganya. Mereka langsung meminta Brunei memberikan perlakuan khusus supaya warganya tidak terdampak dengan aturan itu.

“Kami sudah punya kesepakatan perlindungan khusus dengan pemerintah Brunei,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Inggris, Mark Field, seperti dilansir AFP, Jumat (5/5).

Brunei adalah bekas wilayah protektorat Inggris. Di sana ada sebuah kawasan khusus yang dipergunakan untuk latihan pasukan khusus Inggris, Special Air Service (SAS), untuk beroperasi di medan tropis.

 Field menyatakan pemerintah Inggris keberatan dengan keputusan Brunei menerapkan hukuman mati terhadap kaum LGBT. Menurut dia, hal itu sama saja kembali ke masa lalu.

“Jika diterapkan, kami yakin hukuman macam ini akan bertentangan dengan komitmen Brunei untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan individu,” ujar Field.

Brunei juga menerapkan hukuman mati terhadap pemerkosa, perampokan, dan penistaan Nabi Muhammad S.A.W. Aturan itu diterapkan kepada warga Muslim dan Non-Muslim.Brunei juga menerapkan hukum potong tangan dan kaki terhadap pencuri.

Field menyatakan sejumlah negara persemakmuran Inggris mengecam keputusan Brunei menerapkan syariat Islam. Bahkan menurut dia, sebagian mendesak supaya Brunei didepak dari keanggotaan. Namun, dia menyatakan pemerintah menolaknya.