Indonesia Minim Penelitian tentang Diabetes

promowebjudi.com , Indonesia Minim Penelitian tentang Diabetes – Dibandingkan negara lain, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak penelitian ilmiah di bidang kesehatan. Salah satunya dalam mengatasi kasus diabetes di Indonesia.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi penderita diabetes di Indonesia sendiri terus meningkat. Dari 5,7 persen di tahun 2007, menjadi 6,9 persen di 2013, hingga menjadi 8,5 persen pada 2018.

Dengan total kasus diabetes yang telah mencapai angka 10,3 juta menurut International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017, menjadikan Indonesia sebagai peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetes terbesar,” kata Head of Nutrifood Research Center Astri Kurniati dalam rilis yang diterima pada Kamis (29/11/2018).

Sehingga, penelitian ilmiah terkait diabetes melitus tipe 2 diharapkan menjadi salah satu kontribusi dalam menurunkan prevalensi angka penderita ataupun kematian diabetes di masa depan. Seperti yang diajukan oleh para peneliti kepada Nutrifood Research Center (NRC) Grant

Indonesia masih butuh penelitian di bidang kesehatan

Menurut Prof. Dr. Antonius Suwanto, data dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2016, Malaysia mampu menghasilkan hingga 25 ribu penelitian, Singapura 18 ribu penelitian, Thailand 12 hingga 13 ribu penelitian. Sementara, Indonesia masih menghasilkan hampir 10 ribu riset dalam satu tahun.

“Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektoral baik dari akademisi, pemerintah, maupun swasta, untuk mendukung lahirnya penelitian ilmiah di Indonesia, termasuk di bidang kesehatan,” ujar Antonius yang merupakan tim juri dari Awarding Nutrifood Research Center (NRC) Grant 2018.

.