Jalur Gowes Gadis Desa Viral Ternyata Ulah Oknum Numpang Ngamen

Jalur Gowes Gadis Desa Viral Ternyata Ulah Oknum Numpang Ngamen

Video viral bertajuk Jalur Gowes Gadis Desa yang diketahui berlokasi di Malang menghebohkan publik. Dalam video  berdurasi 17 detik tersebut nampak beberapa peserta gowes mengambil gambar bersama dua perempuan berkemben di lokasi sungai. Nggak heran, video ini kemudian menjadi trending di Twitter.

Dalam beberapa foto lain yang beredar, kedua perempuan tersebut nampak melayani swafoto para pesepeda sambil berbasah-basah di sungai. Diketahui, lokasi gowes tersebut berada di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Malang. Lokasi berswafoto dengan para perempuan tersebut terletak di persawahan dan sungai yang dilewati oleh para pesepeda di acara gowes.

Camat Karangploso Indra Gunawan mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah inovasi program pengembangan pariwisata desa maupun panitia gowes. Nggak lain dan nggak bukan, hal tersebut semata oknum warga yang numpang ngamen dengan memanfaatkan keramaian acara.

“Jadi tidak ada jalur (Jalur Gowes gadis Desa) itu di sana. Gak ada. Itu oknum ngamen,” terangnya pada Minggu (13/9).

Jalur Gowes Gadis Desa

Indra mengungkapkan bahwa video tersebut terjadi di tengah event gowes yang dia resmikan bersama para pejabat setempat pada Minggu (6/9). Namun, ada oknum warga yang memanfaatkan event ini dnegan menawarkan jasa. Mereka juga mencetak banner penunjuk arah di tengah rute gowes.

Banner ini bertuliskan ’Jalur Gowes Gadis Desa’ dengan foto perempuan berkemben batik. Banner tersebut seolah resmi karena dipasang di rute gowes.

“Jadi itu mereka kayak ngamen, menawarkan jasa foto-foto bersama dua perempuan memakai kemben di sungai. Ya dengan bayar. Pasang banner sendiri di tengah rute gowes yang ditentukan. Tapi itu bukan pantia, mereka oknum uang menumpangi acara tersebut,” tambah Indra.

Mengetahui hal tersebut, Indra bersama panitia langsung membubarkan event selundupan ini. Saat dibubarkan mereka telah mengantongi uang sebesar Rp 2 juta dari para peserta gowes. Diketahui bahwa sekali foto, peserta gowes dikenai biaya Rp 50 ribu.

“Saat diobrak kata panitia sudah mencapai 2 juta,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Indra menyayangkan ulah oknum warga yang nggak bertanggungjawab tersebut. Apalagi misi event gowes ini juga mencakup galang dana untuk santunan anak yatim. Dia mewanti-wanti agar aksi ilegal ini nggak terulang lagi.

Duh ada-ada saja ulah oknum nggak bertanggung jawab ini. Bagaimana pendapatmu, Millens?

Baca Juga : Ini Seragam Baru Satpam, Mirip Sama Dengan Seragam Polisi

#ligapoker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *