Jangan Dibuang, 5 Suku Cadang Mobil Ini Bisa Didaur Ulang

Jangan Dibuang, 5 Suku Cadang Mobil Ini Bisa Didaur Ulang

Bagi pemilik mobil yang menemukan suku cadang yang sudah tidak digunakan biasanya langsung memasukannya ke keranjang sampah. Padahal, seperti barang bekas lainnya, komponen mobil juga bisa didaur ulang, dan dimanfaatkan kembali menjadi bentuk yang lain.

Melansir Autohowstuffworks, setidaknya ada lima bagian mobil yang bisa didaur ulang. Jadi, meskipun sudah tidak bisa dimanfaatkan untuk menunjang performa kendaraan, tapi bisa digunakan untuk hal yang lain.

Bagian pertama yang bisa dimanfaatkan ulang, adalah oli. Setelah digunakan di mobil, oli bekas ini bisa dimanfaatkan kembali untuk pelumas rail pagar rumah, atau hal lain.

Selanjutnya, komponen lain yang bisa didaur ulang adalah ban bekas. Karet bundar ini, bisa digunakan untuk bahan bakar aspal karet.

Setelah ban, adalah baterai atau aki. Bahkan, di negara maju, pemilik mobil yang memiliki aki tidak terpakai biasanya mengembalikannnya ke dealer atau toko untuk didaur ulang.

Terakhir, bagian mobil yang bisa didaur ulang adalah kaca depan mobil. Biasanya, kaca yang sudah pecah bisa dijadikan bahan untuk fiberglass, ubin, atau gelas untuk minum.


Bekas, Satu Set Jok Butut Ini Bernilai Miliaran Rupiah

Harga suku cadang mobil seperti jok atau pelek biasanya tidak memiliki harga fantastis. Namun, beberapa waktu lalu harga satu set pelek Bugatti Veyron bisa menembus angka Rp1 miliar. Bagi kebanyakan orang, harga tersebut tentu terasa super mahal. Apalagi j

Tapi, bagi beberapa orang mungkin harga itu sesuai dengan barangnya. Terlebih jika barang-barang seperti itu terkonfirmasi asli.

Tak berhenti di pelek Bugatti, kali ini ada satu set jok butut yang dijual dengan harga fantastis. Dilansir dari Auto Classics, satu set jok mobil itu dibanderol seharga USD 90.000 atau setara Rp 1,3 miliaran (Kurs USD 1 = Rp 14.751).

Satu set jok mobil itu berwarna merah. Kondisi jok mobil sudah tak layak pakai dengan bagian-bagian yang robek dan warna yang kusam. Busa jok itu juga sudah tak utuh.