Langka, Putri John Kei Muncul ke Publik dan Minta Maaf!

Langka, Putri John Kei Muncul ke Publik dan Minta Maaf!

Putri John Kei – Konflik antara paman dan keponakan keluarga Kei, kini berbuntut panjang. Penyerangan kediaman Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, yang dilakukan oleh kelompok John Refra alias John Kei. Membuat status John Kei ditetapkan sebagai tersangka hingga dicabutnya pembebasan bersyaratnya oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.

Kepala Bagian Humas, Rika Aprianti menjelaskan jika dicabutnya pembebasan bersyarat John Kei itu sudah melewati berbagai pertimbangan matang. Salah satunya sudah sesuai dengan rekomendasi Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Bogor.

Berdasarkan rekomendasi Sidang TPP, Kepala Bapas Bogor mengeluarkan Surat Keputusan Pencabutan Sementara Pembebasan Bersyarat atas nama John Refra als John Kei, No: W10.PAS.6-PK.01.05.02-2381, kata Rika dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/6/2020).

Putri Sulung turut suara

Di tempat terpisah, putri sulung John Kei, Melan Refra, juga turut bersuara. Terkait musibah yang belakangan sempat membuat gaduh masyarakat sebelum membesuk sang ayah yang kini di tahan di Polda Metro Jaya.

Dari pantauan awak media, Melan sapaan akrabnya terlihat tiba di Polda Metro Jaya pada Jumat (26/6/2020) pukul 19.40 WIB. Ia ditemani pengacara Anton Sudanto.

Selamat malam, pertama, saya ucapkan terima kasih untuk kakak-kakak media di sini. Atas nama keluarga, saya mau ucapin, saya putri dari Pak John Refra mau mengucapkan permohonan maaf kepada pemerintah dan warga negara Indonesia yang di mana telah dianggap Papah saya membuat kegaduhan, jelas Melan.

Melan juga mengaku tidak percaya atas kerubutan yang terjadi antara ayahnya dan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, yang juga merupakan kakeknya.

news.detik.com

Mengenai berita yang ada belakangan ini menyebutkan Papah saya sama Opa Nus cukup mengagetkan ya bagi saya, ucapnya.

Melan juga turut mengungkapkan rasa sedihnya. Sebab, sebelumnya ia menaruh harapan besar jika sang ayah akan berubah begitu keluar dari LP Nusakambangan.

Untuk kesempatan ini mau mengutarakan saya sebagai anak sangat sedih di mana saat saya jemput Papah saya di Nusakambangan, saya itu mempunyai harapan yang sangat besar mengenai perubahan Papah saya yang sangat dahsyat, katanya.

Dipicu masalah tanah

Ditelisik lebih lanjut, konflik pribadi antara John Kei dengan Nus Kei yang berujung pada penyerangan brutal yang menewaskan satu orang. Diduga dipicu permasalahan pembagian uang hasil penjualan sebidang tanah di Ambon.

Lewat wawancara eksklusif (23/6/20), Nus Kei berdalih permasalahan itu sebenarnya sudah selesai. Ia sebagai penanggung jawab mengurus tanah itu telah selesai.

news.detik.com

Benar itu, apa yang disampaikan pak Kapolda itu benar, tapi itu sudah clear, sudah selesai. Kalau sampai tingkat pembagian itu belum, tetapi kalau urusan yang di Ambon itu terkait rumah sakit, tanah itu sudah selesai, clear itu. Tanggung jawab saya di situ sudah selesai, kata Nus Kei.

Jadi tanahnya dipakai Pemda untuk membangun rumah sakit, udah selesai masalahnya. Kalau soal pembagiannya juga John Kei belum terima, Pemerintah Daerah itu kan gak bisa serta merta putusannya menang terus bayar itu kan tidak. Mereka itu kan ada prosesnya, birokrasi itu kan tau sendiri. dana itu kan mesti dianggarkan dulu, Pemda ajukan ke DPRD, dibahas di sana nanti kan baru disetujui, perintah bayar, baru bisa bayar, katanya.

Namun menurut Nus Kei, John Kei, kata dia, terus mendesaknya agar bicara ke Pemda setempat. Nus Kei menolak sehingga membuat john Kei merasa dikhianati.

Baca Juga : Atta Halilintar Sebut Ferdian Paleka YouTuber Sampah, Uus: Ngaca!

#ligapoker