Mike Tyson Merasa Jijik Pernah Pesta Seks

Mike Tyson Merasa Jijik Pernah Pesta Seks

LigaPoker – Mike Tyson merasa jijik jika mengingat masa lalunya yang brutal dan liar ketika masih menjadi petinju. Salah satu yang membuatnya jijik adalah pernah melakukan pesta seks.

Dalam podcast miliknya seperti dikutip Daily Mail, Tyson mengaku sulit mengendalikan dirinya ketika menjadi terkenal dan kaya raya sebagai petinju top dunia saat itu.

terbuka mengakui ada gangguan mental dari dirinya ketika itu dan merasa seperti orang sakit jiwa. “Ketika masih muda, saya adalah binatang yang memiliki uang banyak. Memberikan uang kepada para perempuan dan bercinta dengan mereka.”

“Pesta dengan orang-orang, bercinta dengan ibu-ibu mereka, saudara perempuan, sepupu, pesta seks. Itu benar-benar gila. Saya benar-benar sakit dan tidak tahu saya sakit. Saya beli banyak mobil untuk para wanita,” ujar Tyson.

Mike Tyson saat mengalahkan Trevor Berbick. (

Tyson pernah tercatat sebagai petinju termuda yang meraih sukses di panggung dunia pada 1986 ketika mengalahkan Trevor Berbick dalam perebutan sabuk juara WBC. Usianya saat itu baru 20.

Usai masa kejayaan, Tyson mengalami masa-masa kejatuhannya. Petinju yang berhasil meraih 50 kali kemenangan dalam 58 pertarungan, dinyatakan bangkrut pada 2003. Padahal, dia meraih total pendapatan sekitar US$300 juta sebagai petinju top dunia.

Si Leher Beton juga bernah dijebloskan ke dalam bui karena melakukan tindak kekerasan terhadap mantan kekasih yang merupakan model Amerika Serikat, Desiree Washington. Dia divonis enam tahun penjara, namun dibebaskan setelah menjalani masa hukuman tiga tahun lebih. Kepada The Sportsman, Tyson mengakui pernah berupaya untuk melakukan bunuh diri.

“Berdasarkan pengalaman dan saya yakini, semakin saya tahu tentang ketiadaan, kian besar saya ingin mati. Ya [saya mencoba mencarinya], saya tidak takut mati. Hidup mungkin lebih sulit ketimbang mati bagi saya karena hidup butuh banyak keberanian.”

“Tanpa keberanian, Anda tak bisa mengendalikan hidup Anda. Kehidupan adalah sebuah perjalanan dan perjuangan. Orang-orang yang punya segalanya, mereka tetap tak bisa melakukannya. Mereka menderita,” kata Tyson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *