Mobil Bekas Chevrolet Disebut Bisa Jatuh Puluhan Juta

Mobil Bekas Chevrolet Disebut Bisa Jatuh Puluhan Juta

LigaPoker – Keputusan bisnis General Motors (GM) Indonesia yang berhenti menjual produk baru pada akhir Maret 2020 bisa berdampak ke harga mobil bekas merek Chevrolet. Harga jual mobil merek Amerika Serikat itu diproyeksi anjlok Rp30 jutaan.

Senior Manager bursa mobil bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan anjloknya nilai mobil bekas Chevrolet berkaca pada kasus hengkangnya Ford pada 2016. Saat itu Ford memilih mundur lantaran merasa tidak beruntung bersaing pada pasar otomotif nasional.

Menurut Herjanto, meski GM Indonesia akan tetap bertanggungjawab terhadap layanan purnajual, nilai jual mobil bekas Chevrolet bakal tetap kena dampak.

“Kenapa seperti itu? karena eh tau-taunya suku cadang susah, mau betulin susah. Ya anjlok harganya mobil bekasnya,” kata Herjanto dihubungi Rabu (30/10).

Selain soal unit yang perlahan lenyap di pasaran, Herjanto mengatakan bisa saja nanti harga suku cadang Chevrolet menjadi sangat mahal. Mobil bekas Chevrolet pun bisa jadi hanya menjadi konsumsi konsumen tertentu saja.

“Sudah susah nyarinya, mahal pula, ya gitu harga jadi nyungsep dan orang mana ada mau beli lagi,” ungkapnya.

“Harganya, misal nih ada yang mau dijual, pasti ditawar habis-habisan. Misal sebelum ‘ribut’ ini kayak Chevrolet ada yang Rp150 juta, ya sekarang paling Rp120 juta,” ucap Herjanto lagi.

Mengutip situs jual beli mobil bekas OLX pada hari ini harga jual mobil Chevrolet bervariasi, tergantung model dan tahun produksinya.

Misalnya Chevrolet Captiva 2011-2012 dilego Rp140 juta- Rp160 juta, Traiblazer 2017 Rp340 juta- Rp350 juta, Spin 2015 Rp99 juta- Rp119 juta, Orlando 2016 Rp168 juta, dan Aveo 2008-2013 Rp55 juta- Rp125 juta.

Herjanto menyayangkan keputusan GM Indonesia, kata dia seharusnya ada strategi lain yang diambil produsen ketimbang membiarkan merek Chevrolet harus bernasib sama dengan Ford pada bursa pasar kendaraan bekas.

“Sudah populasi kecil, bisa tambah kecil toh. Harusnya jangan cabut dulu, efisiensi dulu atau gimana. Jika ekonomi udah membaik baru kembangin lagi,” ucap Herjanto.