‘Murah’ Alasan TNI AU Pilih Esemka Bima

'Murah' Alasan TNI AU Pilih Esemka Bima

LigaPoker   —   TNI Angkatan Udara (AU) mengkonfirmasi pembelian produk Esemka Bima sebanyak 35 unit karena harganya relatif lebih murah ketimbang produk merek Jepang. Kendaraan jenis pikap itu bakal digunakan untuk kendaraan operasional di landasan Skadron TNI AU.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Fajar Adriyanto mencoba membandingkan harga Esemka dan merek Jepang lain, menurutnya harga yang ditawarkan Esemka lebih terjangkau.

“Karena Kasau (Kepala Staf TNI AU) memberi saran ke Ketua Inkopau, dengan budget yang ada karena merek lain, Jepang hanya 25 unit,” kata Fajar

Fajar bilang Inkopau membeli Bima mesin 1.300 cc dengan harga Rp95 juta. Sedangkan pikap merek Jepang berkisar di angka Rp130 jutaan.

Di Indonesia, Bima punya penantang dari beberapa pemain lawas antaranya Daihatsu Gran Max dengan harga mulai Rp133,9 juta, DFSK Super Cab mulai Rp128,9 juta, dan Suzuki Carry mulai Rp138,6 juta.

TNI AU sebelumnya pernah membeli berbagai merek pikap Jepang untuk kebutuhan operasional, di antaranya Toyota Kijang, Suzuki Carry, hingga Mitsubishi Triton.

“Terus bukan sekadar murah juga, kami lihat spesifikasi. Karena ini akan digunakan di landasan. Nah ini spesifikasi pas yang 1.300 cc, lagi pula produksi dalam negeri juga,” ucap dia.

Akun resmi TNI AU tampak menyertakan wujud Bima untuk operasional Skadron AU di seluruh Indonesia. Bima yang dikenal berwarna putih itu terlihat berubah warna menjadi kuning. Pada bagian bak samping tertera tulisan Skadron Udara 4, sementara bagian atapnya ada lampu rotator.

Dijelaskan Fajar penyesuaian warna dan tambahan lain untuk pikap Bima dikerjakan oleh TNI AU.

“Jadi kalau dari Esemka itu tetap warna putih, ya standar aja. Nanti ganti warna sampai penambahan lampu dari kami. Mungkin 5 Oktober sudah digunakan operasional,” tutup Fajar.