Pakai Tiga Kamera Utama, Inikah Bocoran iPhone XI?

TECHNO – Kurang sukses dengan seri iPhone di pasaran dan nilai saham yang turun, Apple dilaporkan sedang berusaha menarik minat pengguna setianya dengan memperkenalkan desain radikal untuk iPhone XI.

Meski masih terlalu dini, sebuah video render seri penerus iPhone XS dan iPhone XS Max tersebut muncul di internet.

Dikutip dari akun Twitter Steve H.McFly (@OnLeaks), Selasa (8/1/2019), tampak iPhone XI hadir dengan kombinasi tiga buah lensa utama, beda dari seri sebelumnya.

Steve H.McFly

@OnLeaks

I’ll be back soon… 😏

Embedded video

Steve H.McFly

@OnLeaks

Back from September 2019, I bring you the very 1st and very early glimpse at which I guess #Apple will unveil as #iPhoneXI!!! Yes, time has already come to meet the new #iPhone through gorgeous 5K renders made on behalf of new coming Partner @digitindia -> https://www.digit.in/mobile-phones/exclusive-first-look-at-2019-iphone-xi-renders-45655.html … pic.twitter.com/97jrlTHQ5G

666

Twitter Ads info and privacy

View image on Twitter
458 people are talking about this

Tak hanya itu, Apple juga diperdiksi bakal menggunakan teknologi Time of Flight (ToF) di dalam kamera iPhone terbaru.

Dengan teknologi tersebut memiliki kemampuan untuk menentukan jarak berdasarkan kecepatan cahaya, dan mengukur sinyal cahaya antara kamera dan subjek dalam setiap gambar.

Kemampuan ini juga memberikan kemampuan iPhone generasi berikutnya untuk membuat peta 3D dari apa pun dalam jarak lima meter, dan memungkinkan gim berbasis AR lebih optimal.

Steve H.McFly

@OnLeaks

Replying to @OnLeaks

Back from September 2019, I bring you the very 1st and very early glimpse at which I guess will unveil as !!! Yes, time has already come to meet the new through gorgeous 5K renders made on behalf of new coming Partner @digitindia -> https://www.digit.in/mobile-phones/exclusive-first-look-at-2019-iphone-xi-renders-45655.html 

View image on Twitter

Steve H.McFly

@OnLeaks

As clearly stated in @digitindia post, please keep in mind this is a freakingly early leak and thus, things may change until official launch… Cheers! 😙 pic.twitter.com/6QGbGIAh6s

134

Twitter Ads info and privacy

View image on Twitter
23 people are talking about this
Twitter Ads info and privacy

View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

Marques Brownlee

@MKBHD

Super early alleged iPhone 11(?) render from @digitindia @onleaks 🤔

4,167 people are talking about this

Meskipun desain ini belum final, bocoran dari orang dalam ini sedikit membocorkan bakal seperti apa iPhone XI nantinya

2 dari 3 halaman

Desain Bisa Berubah

Mengingat seri iPhone berikutnya masih cukup lama diluncurkan (Apple biasanya mengumumkan iPhone baru pada bulan September), dapat dipastikan desain seri tersebut bakal berubah.

Terkait informasi bocoran yang mulai ramai di internet tersebut, Apple belum memberikan komentar.

3 dari 3 halaman

14 Aplikasi iOS Terhubung Server Berbahaya

Peneliti keamanan kembali menemukan adanya aplikasi untuk iPhone yang terindikasi berbahaya. Adalah firma keamanan Wandera, yang mengungkapkannya dalam laporan terbaru.

Dilansir Tech Crunch, Selasa (8/1/2019), ada 14 aplikasi–semuanya adalah gim klasik–yang menyimpan bahaya malware. Seluruh aplikasi itu diketahui terhubung dengan server dari malware Golduck.

Sekadar informasi, Golduck merupakan malware yang menyasar Android dan menjangkiti gim lawas populer. Kehadiran malware ini sendiri sudah diketahui sejak beberapa tahun lalu oleh Appthority.

Metode malware tersebut adalah menyusupkan kode backdoor berbahaya secara diam-diam ke perangkat Android.

Lalu, perangkat korban dapat dikendalikan untuk menjalankan sejumlah perintah, seperti mengirimkan SMS premium.

Kini, malware dilaporkan telah menyasar ekosistem iPhone. Dari penelusuran Wandera, 14 aplikasi berbahaya itu ternyata terhubung dengan server yang sama dengan malware Golduck.

“Domain Golduck berada di daftar pantauan kami setelah digunakan mendustribusikan malware. Kini, kami melihat adanya komunikasi antara perangkat iOS dan domain malware itu,” tutur VP Wandera Michael Covington.

Kendati demikian, Wandera menyebut komunikasi tersebut belum terlalu berbahaya.