Pandemi Corona Bikin Investor Terkaya Dunia Obral Kepemilikan Saham

Pandemi Corona Bikin Investor Terkaya Dunia Obral Kepemilikan Saham

Orang terkaya dunia sekaligus Investor Terkaya Dunia Warren Buffet terus menjual sahamnya di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Kejatuhan berlanjut ini terjadi pasca dia mengutarakan penyesalan lantaran bertaruh pada industri penerbangan di awal bulan ini. Yang terakhir terjadi pada Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik Warren Buffet.

Buffet sendiri relatif tenang selama terjadinya penurunan pasar akibat virus corona. Ketimbang melakukan akuisisi besar-besaran, dia justru memangkas kepemilikan di Berkshire, mayoritas perbankan dan maskapai penerbangan, serta menumbuhkan tumpukan kasnya menjadi USD 137 miliar.

Menurut laporan Forbes, Selasa (19/5/2020), Investor Terkaya Dunia asal Omaha tersebut baru-baru ini mengobral 84 persen sahamnya di Goldman Sachs, yang sempat ia investasikan sebesar USD 5 miliar selama krisis keuangan 2008.

Penjualan itu dilakukan lantaran saham di Goldman anjlok lebih dari 30 persen pada kuartal pertama 2020. Nilai investasinya yang tersisa saat ini berkisar USD 330 juta.

Melalui Berkshire, Buffet juga memotong investasi di JPMorgan Chase & Co sebesar 3 persen pada triwulan pertama tahun ini. Dia juga keluar sepenuhnya dari kepemilikan pada perusahaan asuransi raksasa Travelers, serta perusahaan energi Phillips 66.

Berkshire juga memangkas investasinya pada e-commerce raksasa Amazon sebesar 0,7 persen. Kendati demikian, perusahaan juga telah melakukan beberapa pembelian berskala kecil selama pandemi, seperti menambah kepemilikan sebesar 6 persen pada PNC Financial Services Group, salah satu bank pemberi pinjaman terbesar di Amerika Serikat (AS).

Sebagai catatan, Berkshire Hathaway melaporkan adanya kerugian bersih besar-besaran hampir USD 50 miliar di kuartal pertama tahun ini. Perusahaan menjual USD 6,5 miliar sahamnya pada April 2020, dan hanya membeli USD 426 juta selama periode itu.

“Jual-beli pasar selama wabah virus corona pada akhir Februari dan Maret berdampak signifikan pada bisnis perusahaan,” kata orang terkaya lanjut usia ini.


Tetap Optimis

Catatan lainnya, Buffet juga memotong kepemilikan sahamnya pada 4 perusahaan maskapai terbesar di Negeri Paman Sam, yakni United, American, Capital Southwest Corporation (CSWC), dan Delta Airlines. Secara kumulatif, total ia telah menjual sahamnya di penerbangan sebesar USD 4 miliar.

Kendati demikian, Buffet teranyar mengatakan bahwa ia masih optimis perekonomian AS mampu bangkit kembali dan mengalahkan virus corona. Ungkapan serupa pernah ia lontarkan untuk menenangkan kegaduhan pasar ketika krisis keuangan melanda di 2008.

“Saya tetap yakin, pada dasarnya tak ada yang bisa menghentikan Amerika. Pada akhirnya, jawabannya adalah: Jangan pernah bertaruh melawan Amerika,” seru dia.


Cetak Rekor, 25 Wanita Terkaya Dunia Ada di Inggris

Inggris kini menjadi rumah bagi sekitar 25 wanita terkaya dunia. Ini merupakan rekor, menurut Sunday Times Rich List 2020. Deretan nama yang masuk dalam daftar antara lain bos bisnis judi Bet365, Denise Coates, dan pewaris dinasti media Elisabeth Murdoch.

Melansir laman The Guardian, Senin (18/5/2020), Kirsten Rausing, dari Swedia yang menggawangi bisnis TetraPak, menempati urutan teratas dengan kekayaan £ 12,1 miliar (Rp 218,5 triliun).

Sementara bibinya Marit masuk urutan wanita terkaya ketiga di Inggris setelah sang suami yang telah wafat, Hans meninggalkan kekayaan bersih £ 9,6 miliar (Rp 173,4 triliun).

Wanita lain yang masuk 5 besar dan memiliki kenaikan kekayaan sejak tahun lalu adalah Denise Coates, pendiri dan CEO perusahaan judi online Bet365. Dia berbagi kekayaan bersama saudara laki-lakinya John dan sang ayah Peter.

Coates mendapatkan penghasilan £ 323 juta (Rp 5,8 triliun) pada Desember 2019, membantunya naik ke posisi kelima di antara wanita terkaya Inggris. Adapun nilai kekayaan mencapai hampir £ 7,2 miliar (Rp 130 triliun), naik £ 310 juta pada tahun lalu.

Mengekor Coates, dengan kekayaan sekitar £ 500 juta lebih sedikit, adalah aktris Hollywood Salma Hayek. Dia masuk dalam daftar, bersama suaminya François-Henri Pinault. Pasangan ini berbagi kekayaan senilai £ 6,6 miliar.

Salah satu miliarder terbaru di Inggris adalah Elisabeth Murdoch, putri kedua taipan media Rupert Murdoch, yang kekayaannya bertambah lebih dari £ 1 miliar menjadi £ 1,2 miliar.

Pada tahun lalu, keenam anak Rupert Murdoch harus berbagi kekayaan USD 12 miliar dalam bentuk tunai dan saham. Ini setelah terjadi penjualan bisnis 21st Century Fox milik miliarder tersebut ke Disney.

Elisabeth juga menghasilkan £ 151 juta pada tahun 2011 ketika perusahaan produksinya Shine dijual ke News Corp, bagian dari kerajaan media ayahnya.


150 Wanita Terkaya

Selain 25 miliarder wanita, Sunday Times Rich List tahun ini merilis 150 wanita terkaya di dunia, dengan kekayaan lebih dari £ 120 juta.

Penyanyi Rihanna menjadi pendatang baru. Meskipun dia hanya masuk dalam posisi ke-48, dengan aset £ 468 juta.

Kekayaan Rihana disumbang berkat delapan albumnya, kontrak iklan dengan berbagai merek mewah seperti LVMH dan lini pakaian dalam. Penyanyi Barbadian masuk dalam daftar untuk pertama kalinya, setelah dia memutuskan tinggal di London.

Dari 25 wanita teratas, empat menghasilkan kekayaan dari bisnis obat-obatan. Sementara lima lainnya memperoleh sumber kekayaan dari warisan.

Mereka antara lain, Lady Charlotte Wellesley, keturunan Duke of Wellington pertama, yang mengalahkan Napoleon di Waterloo pada tahun 1815.

Meskipun sebagian kecil dari kekayaannya berasal dari asal usul aristokratnya, sang suami Kolombia-Amerika, Alejandro Santo Domingo, juga seorang miliarder investor yang kekayaan keluarganya termasuk saham di ABInBev, perusahaan raksasa pembuat bir Budweiser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *