Perbedaan Mobil AWD dan 4X4

Perbedaan Mobil AWD dan 4X4

              LigaPoker – Dalam lingkungan offroad kita mengenal dua istilah umum terkait sistem gerak mobil, yaitu gerak semua roda (AWD/All-Wheel Drive) dan gerak empat roda (4WD/4 Wheel Drive/4X4). Meski tidak asing di telinga, belum tentu semua orang memahami perbedaannya.

Buat yang belum tahu, itu wajar saja karena mobil-mobil yang punya sistem gerak ini juga cuma sedikit ditawarkan di dalam negeri. Barang seperti ini kena pajak tinggi, jadi harganya bisa melambung jauh dari varian yang hanya dibekali sistem gerak dua roda (2WD).

Misalnya, varian 2WD Mitsubishi Pajero Sport paling mahal dilego Rp583,5 juta. Sedangkan varian 4X4 dibanderol Rp692 juta atau Rp108,5 juta lebih mahal.

Sebelum memahami AWD dan 4WD – 4X4, terkait persamaan dan perbedaannya, ada baiknya kita pahami dulu dua komponen mekanis penting yang menentukan identitasnya, yaitu differential dan transfer case.

Differential adalah perangkat yang memungkinkan dua roda penggerak berputar tidak dalam kecepatan yang sama. Perangkat berisi kumpulan gir ini, umumnya ada di tengah gardan, penting dimiliki mobil agar roda penggerak, yang mendapatkan tenaga dari mesin, bisa mengikuti momentum saat membelok.

Sementara itu transfer case merupakan perangkat khusus pada sistem gerak semua roda yang membuat menyalurkan tenaga dari mesin ke roda depan dan belakang sesuai kebutuhan. Terkadang transfer case punya gir khusus yang bikin mobil jadi punya fitur low range atau lainnya.

Secara sederhana, menurut autotrader.ca, cara membedakan AWD dan 4WD – 4X4 yakni dengan cara mengamati dua komponen mekanis itu. Bila mobil memiliki differential antara roda depan dan belakang berarti AWD sedangkan jika terdapat transfer case maka disebut 4WD – 4X4.

AWD

Pada mobil yang mengadopsi AWD, sistem gerak empat roda selalu aktif dan selalu bekerja. Di mobil ini tidak ada tombol-tombol atau tuas khusus buat mengatur sistem gerak karena semuanya bisa dilakukan otomatis.

Sistem AWD terkadang bisa membingungkan karena banyaknya variasi nama dari produsen. Misalnya,
Symmetrical AWD (Subaru), xDrive AWD (BMW), 4Matic AWD (Mercedes-Benz), Real Time AWD (Honda), ALL4 AWD (Mini), dan 4Motion AWD (Volkswagen).

Penaamaan itu dipahami bagian dari strategi pemasaran masing-masing produsen, sementara intinya tetap punya cara kerja yang sama, yaitu memberikan tenaga ke semua roda untuk meningkatkan traksi ban. AWD tidak bisa disebut 2WD roda depan atau 2WD roda belakang, sebab cara kerjanya otomatis.

 4WD – 4X4

Sama seperti AWD, 4WD – 4X4 juga didesain untuk menyalurkan tenaga ke semua roda. Meski begitu dasar perbedaannya yakni pengemudi bisa menentukan kapan sistem gerak semua roda dibutuhkan.

Biasanya, aktivasi itu dilakukan melalui menekan tombol, memutar knob, atau menggerakkan tuas. Saat 4WD – 4X4 aktif, semua roda mendapatkan tenaga dari mesin, namun bila tidak hanya dua roda yang mendapatkannya, bisa ke kedua roda depan atau belakang.

Seiring kemajuan teknologi, produsen juga sudah banyak menciptakan teknologi baru buat memudahkan penggunaan 4WD – 4X4. Di antaranya ada yang menawarkan fitur ‘auto’ yang memungkinkan mobil beralih menjadi gerak semua roda ketika mobil terdeteksi kekurangan traksi