Polri: Masker-Hand Sanitizer Langka karena Permintaan Tinggi

Polri: Masker-Hand Sanitizer Langka karena Permintaan Tinggi

Polri: Masker-Hand Sanitizer Langka karena Permintaan Tinggi – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri menyelidiki kelangkaan dan kenaikan harga masker dan cairan sanitasi tangan (hand sanitizer) di pasaran, di tengah wabah virus corona (Covid-19). Kesimpulan sementara kelangkaan dan kenaikan harga bukan disebabkan oleh penimbunan.

“Fakta di lapangan (kelangkaan disebabkan), tingginya tingkat permintaan dari masyarakat atas kedua barang tersebut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan resmi, Selasa (24/3).

Argo menuturkan polisi penyelidikan polisi masih berjalan. Polisi belum bisa memastikan penyebab utama dari kelangkaan dan kenaikan harga masker dan hand sanitizer di pasaran.

Belakangan ini, sejumlah petugas kesehatan yang bekerja secara langsung untuk menangani pasien corona mulai mengeluhkan kurangnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang harus dikenakan.

Beberapa barang seperti masker dan  cairan sanitasi tangan juga telah langka di pasaran.

Pemerintah sendiri telah menerima bantuan dari China berupa paket alat kesehatan (alkes) untuk memerangi wabah virus corona, dengan total senilai US$433 ribu atau sekitar Rp7,12 miliar. Alat-alat kesehatan yang didatangkan antara lain alat untuk rapid test dan alat pelindung diri (APD).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Totok Sugiharto menuturkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah menyerahkan alat-alat kesehatan tersebut kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

“Ini adalah humanitarian aid hasil kerja sama antara Kementerian Pertahanan RRT dengan Kementerian Pertahanan RI, dimana sejumlah perusahaan asal Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia juga berpartisipasi dalam bantuan kemanusiaan ini,” kata Totok melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Bantuan ini, kata Totok, selanjutnya akan didistribusikan oleh gugus tugas kepada sejumlah rumah sakit yang dirujuk untuk penanganan Covid-19, seperti RSPAD Gatot Subroto, RS Dr. Suyoto, RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan dan RS Pertamina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *