Sebelum Buru-buru Tindik Puting Payudara, Pertimbangkan Hal Ini Dulu

Sebelum Buru-buru Tindik Puting Payudara, Pertimbangkan Hal Ini Dulu

LigaPoker – Membuat tindikan di lokasi strategis tubuh sudah menjadi tren yang cukup lama digandrungi para muda-mudi. Ada yang memilih untuk memasang tindik di telinga, hidung, bibir, lidah, bahkan puting payudara. Bila Anda tertantang untuk membuat tindik di puting payudara, ketahui dulu risiko di balik tindik puting payudara ini.

Risiko dari tindik payudara yang patut diketahui

Melakukan tindikan di telinga terdengar lumrah. Akan tetapi untuk memasang tindikan di puting payudara, ada banyak hal yang Anda harus pikirkan.

Saat menindik, jarum anting akan menembus kulit sensitif puting yang terdapat pembuluh darah di sekitarnya.  Menindik puting tentu melukai kulit, yang menjadi lapisan pertama dari pertahanan terhadap infeksi.

Ketika ada benda asing yang masuk ke lapisan kulit lebih dalam, ini dapat meningkatkan komplikasi risiko kesehatan; iritasi dan infeksi.

Ketika jaringan yang ditusuk anting mengalami pembengkakan, kulit akan mulai berwarna merah. Iritasi ini biasanya terjadi sesaat setelah kulit ditindik. Membiarkannya dalam beberapa hari setidaknya dapat meredakan gejala iritasi.

Namun jika tindikan menimbulkan infeksi, akan timbul gejala sebagai berikut:

  • tindikan terasa panas
  • area terasa sangat sensitif ataupun sakit ketika disentuh
  • kulit di area tindikan berubah warna menjadi hijau, kuning, atau cokelat
  • aroma tidak sedap pada tindikan
  • ruam
  • gatal-gatal
  • kelelahan
  • demam

Mungkin tidak semua tindikan menimbulkan infeksi. Dalam kasus tertentu, tindikan dapat memberikan dampak infeksi. Datangnya infeksi disebabkan ketika tindikan terlalu sering disentuh.

Menyentuh tindikan pada payudara dapat memicu paparan bakteri pada jaringan halus, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, pakaian yang ketat dan keringat yang bersentuhan dengan tindikan bisa mengakibatkan iritasi hingga infeksi.

Risiko jangka panjang tindik payudara

Infeksi yang ditimbulkan dari tindik puting payudara bisa menimbulkan risiko jangka panjang. Mungkin saja infeksi tak sembuh dalam waktu beberapa minggu. Berikut komplikasi yang wajib Anda tahu dari tindik puting payudara.

  • perdarahan
  • luka
  • kerusakan saraf
  • robekan
  • keloid
  • gangguan kesehatan lain yang perlu penanganan medis
  • gangguan saat menyusui

Gejala di atas merupakan infeksi yang secara umum bisa saja dialami oleh orang dengan tindikan pada puting. Tetapi dalam kasus tertentu, infeksi bisa menyebar pada puting dan payudara. Penyebarannya dapat meningkatkan risiko endokarditis (infeksi pada katup jantung) dan infeksi pada aliran darah.

Tindikan puting payudara mengganggu kelancaran pemberian ASI

Khususnya pada perempuan, tindik puting payudara dapat menimbulkan masalah sewaktu pemberian ASI. Pasalnya, jaringan di sekitar tindikan dapat menghalangi aliran ASI. Sehingga ASI jadi susah keluar.

Selain itu, tindikan pada puting payudara menyulitkan bayi untuk menyusu. Bayi mungkin saja tersedak tindikan ketika ia menerima ASI.

Oleh karenanya, alangkah lebih baik jika perempuan tidak melakukan tindik puting payudara, saat dalam masa hamil ataupun menyusui.

Pertolongan pertama saat infeksi

Infeksi menyebabkan rasa yang kurang nyaman di area tindik payudara. Bila sudah terlanjur melakukan tindik payudara dan menemukan gejala infeksi, ada baiknya Anda melakukan penanganan berikut.

 

1. Bersihkan area

Sebelum membersihkannya, Anda perlu mencuci tangan terlebih dulu. Setelahnya, cuci area tindik puting payudara menggunakan sabun untuk kulit sensitif. Hindari penggunaan hidrogen peroksida, salep, alkohol, sabun yang keras, detergen, ataupun cleanser.

2. Gunakan air hangat atau garam laut untuk mengompres

Jika terjadi infeksi ringan pada tindik puting payudara, Anda bisa mengompresnya dengan air hangat. Lakukan cara ini agar infeksi dapat segera sembuh.

Anda juga bisa melarutkan garam laut ke dalam air hangat dan mengompresnya beberapa menit saja. Lakukan cara ini 2-3 kali per hari. Setelahnya bersihkan area puting dengan lembut dan keringkan.

3. Hindari krim atau salep antibiotik apotek

Mengaplikasikan krim atau salep antibiotik dapat menjebak bakteri pada tindikan dan area di bawah kulit. Hal ini bisa mengakibatkan infeksi semakin memburuk. 

Anda boleh menggunakan salep atau krim antibiotik jika direkomendasikan dari dokter.

4. Merawat tindikan

Jika Anda sudah melakukan tindik puting payudara, jangan abai untuk melakukan perawatan. Ikuti instruksi yang diberikan dari jasa tempat Anda menindik. 

Namun, jika infeksi semakin memburuk, tak ada jalan lain selain berkonsultasi ke dokter. Di sana Anda mendapat perawatan secara tepat.

Beberapa hal di atas dapat menjadi pertimbangan sebelum Anda memutuskan tindikan pada puting payudara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *