Status Virus Corona di Singapura Naik Jadi Oranye, Apa Artinya?

Kementerian Kesehatan Singapura pada hari Jumat (7/2/2020) menaikkan status ancaman virus corona di wilayahnya menjadi oranye. Ini adalah kedua kalinya Singapura mengaktifkan kode oranye setelah wabah flu babi (H5N1) di tahun 2009.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Singapura, kode ini merupakan bagian dari sistem bernama Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON). Sistem dibuat usai wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) pada tahun 2003 dan berfungsi untuk membantu langkah penanganan suatu penyakit sesuai dengan tingkat ancamannya.

DORSCON sendiri dibagi menjadi empat tingkat yaitu kode hijau, kuning, oranye, dan terakhir merah. Berikut penjelasannya:

Hijau: Gejala penyakit ringan atau tidak mudah menular. Gangguan pada arus perjalanan internasional ringan. Warga disarankan lebih menjaga kebersihan dan diam di rumah bila sakit.

Kuning: Gejala penyakit parah atau mudah menular namun terjadi di luar Singapura. Ada sedikit gangguan pada arus perjalanan internasional atau layanan kesehatan. Warga disarankan lebih bertanggung jawab, jaga kebersihan, dan selalu perhatikan imbauan kesehatan.

Oranye: Gejala penyakit parah dan mudah menular namun tak menyebar luas di Singapura. Ada gangguan tingkat menengah pada arus perjalanan internasional seperti karantina, pengecekan temperatur, dan pembatasan pengunjung rumah sakit. Warga harus patuh pada kebijakan kontrol.

Merah: Gejala penyakit parah dan menyebar luas. Ada gangguan berat seperti penutupan sekolah, kantor, dan angka kematian tinggi. Warga diimbau untuk menjaga jarak sosial dan menjauhi area yang ramai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *