Suhendar Mundur dari Calon Perseorangan Pilkada Tangsel

Bakal calon (balon) Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Suhendar mundur dari calon perseorangan dan memilih perjuangan baru melalui jalur parpol.

Mundurnya Suhendar disesalkan para pendukungnya yang menginginkan dia tetap maju dari calon independen. Namun, kondisi objektif pencalonan memaksa Suhendar melanjutkan perjuangan melalui jalur parpol.

Juru Bicara Kemenangan Suhendar, Ahmad Priatna mengatakan, hingga hari ini sudah mengumpulkan 54.456 KTP dan tanda tangan dukungan masyarakat.

Syarat pencalonan jalur independen, dari 948 ribu DPT yang ada, calon perseorangan minimal harus mendapatkan dukungan minimal 7,5% atau 71 ribu lebih KTP dan tanda tangan.

“Juli 2019 kita rapat internal dan konsolidasi sekaligus sosialisasi ke masyarakat maju sebagai calon independen. September 2019 kita mulai bergerak,” ujar Ahmad di Serpong, Tangsel,

Timnya langsung membentuk partisipan di tujuh kecamatan dan 54 kelurahan yang ada. Hingga 10 Februari 2020, Suhendar telah mengumpulkan 54.456 KTP dukungan. “Angka ini sangat kurang. Calon independen yang sudah mendaftar tidak bisa mendaftar kembali dari jalur parpol,” ucapnya.

Pada 20 Februari 2020, penyerahan berkas terakhir untuk calon perseorangan. Kemudian, proses silon KPU hanya diberikan waktu satu bulan saja. Karena waktu yang sempit itu, Suhendar menghentikan pengumpulan KTP.

“Ini sangat tidak logis karena untuk input satu KTP saja kita butuh sekitar 10 menit. Jadi kita berhenti kumpulkan KTP untuk mencalonkan Suhendar sebagai calon independen,”

Suhendar mengatakan, keputusan mundur dari calon independen sangat berat dan sulit diambil, namun dia harus tetap bertarung di Pilkada Tangsel. “Keadaan yang telah memaksa kita untuk tidak meneruskan. Jadi, bukan undur diri, kita memindahkan rel perjuangan dari yang sebelumnya jalur perseorangan menjadi jalur parpol. Kita telah mencoba,” ungkapnya.

Dari sejumlah parpol yang telah membuka pendaftaran, Suhendar baru mendaftar di PDIP dan PSI. Namun, dia tidak menutup diri pinangan dari parpol lain. “Kita juga gambling ke parpol. Kalau tidak ada sama sekali ya tidak masalah. Kita tetap melakukan perjuangan politik dengan membentuk Sahabat Suhendar, Suhendar Center, dan LBH Suhendar,” ujar Suhendar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *