Treble Domestik, Modal PSG Bidik Liga Champions

Treble Domestik

Paris Saint-Germain berhasil menguasai kompetisi domestik setelah memenangkan Piala Liga dengan menaklukkan Lyon. Kini PSG bermimpi bisa memenangkan Liga Champions.

PSG berhasil mengalahkan Lyon lewat perjuangan berat. Setelah bermain imbang tanpa gol, PSG menang lewat adu penalti dengan skor 6-5. Pablo Sarabia memastikan kemenangan PSG lewat eksekusi yang dilakukannya.

Kemenangan Piala Liga ini menyusul kemenangan PSG sebelumnya di ajang Piala Prancis. Di final Piala Prancis, PSG menang 1-0 atas Saint-Etienne lewat gol tunggal Neymar.

Dua kemenangan di piala domestik ini melengkapi gelar Liga Prancis yang dipastikan jadi milik PSG ketika kompetisi dihentikan akibat pandemi corona.

PSG's goalkeeper Keylor Navas celebrates after blocking a penalty kick to allow his team to win the French League Cup, following a soccer final match against Lyon at Stade de France stadium, in Saint Denis, north of Paris, Friday, July 31, 2020. (AP Photo/Francois Mori)

Dengan torehan tiga gelar di tangan, PSG telah berhasil menyudahi kompetisi domestik dengan hasil sempurna.

Usai meraih treble di kompetisi Prancis, PSG kini berusaha mewujudkan mimpi jadi juara Liga Champions. PSG bakal berlaga di babak perempat final menghadapi tim kuda hitam, Atalanta.

Dalam persiapan menghadapi Liga Champions, PSG diterpa isu kering gol. Pasalnya dalam dua pertandingan yang dijalani setelah pandemi alias 210 menit, PSG hanya mampu mencetak satu gol.

Pelatih PSG Thomas Tuchel kesal dengan kritik tersebut dan membela timnya. Tuchel menganggap bahwa hal terpenting adalah meraih trofi di akhir pertandingan.

“Ya, kami masih beruntung. Kalian bisa menulisnya. Kami hanya beruntung. Itu saja, tidak ada kualitas, hanya keberuntungan,” kata Tuchel dengan pernyataan sindiran dikutip dari Daily Mail.

“Tidak ada masalah, kami menang. Saya tidak akan meminta maaf soal gol [minim],” ucap Tuchel melanjutkan.

Tuchel puas dengan afresivitas yang ditunjukkan pemain-pemain PSG di dua laga final yang telah dimainkan.

“Kami tidak kehilangan konsentrasi, rasa lapar untuk menang, kepercayaan diri. Kami bisa menang lewat penalti dan hal itu yang tentu dihitung.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *