Wali Kota Tangerang Fokus Kurangi Titik Banjir Selama 5 Tahun ke Depan

Titik banjir di Kota Tangerang berkurang drastis sejak lima tahun terakhir. Hal tersebut lantaran terus dikebutnya pembangunan turap dan juga pembenahan drainase di sejumlah jalan-jalan protokoler di Kota Tangerang, Banten.

Dari 30 titik banjir yang ada, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Tatang Sutisna mengatakan saat ini hanya tersisa 2 titik.

“Tahun 2018, Pemkot membangun 21.88 KM turap dan 317.356 KM saluran di seluruh wilayah di kota ini,” ungkapnya.

Meski sudah ada pembangunan dan revitalisasi turap di mana-mana, Wali Kota Arief R Wismansyah mengimbau masyarakat untuk memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, bila pemerintah setempat membangun namun masyarakatnya tidak ikut memelihara percuma saja, lambat laun bencana banjir akan kembali datang.

“Percuma kalau masyarakatnya juga masih kurang peduli, enggak masalah kalau Pak RT mau minta bangun tandon atau saluran air lagi, cuma Pak RT-nya kudu bisa membangun kepedulian masyarakatnya,” tutur Arief.

Kemudian untuk pembangunan pintu air, Pemkot Tangerang telah membangun sebanyak 14 unit seperti Pintu Air di Perum Wisma Tajur, Perum Taman Elang, Outlet Sistem Thamrin dan banyak lagi lokasi lainnya.

Pembangunan pintu air dan drainase tersebut, menurut Arief, membantu dalam memperlancar aliran air saat hujan turun dan menekan terjadinya banjir atau genangan di permukiman maupun jalan protokol.

“Upaya lainnya dalam penanganan banjir adalah, pembangunan embung yang sudah dilaksanakan di 14 lokasi seperti Kelurahan Nambo Jaya, Larangan, Pondok Bahar, Kelurahan Nusa Jaya, Cipondoh dan lainnya,” ujar Arief.

Penanganan 5 Tahun ke Depan

Menurut Arief, penanganan banjir di Kota Tangerang terus berlanjut hingga lima tahun ke depan pada periode keduanya dia menjabat sebagai Wali Kota Tangerang. Hal tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang tahun 2019-2023.

“Program yang disusun sudah diarahkan untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Seperti penanganan banjir, kemacetan, persampahan, pengangguran, kemiskinan dan permasalahan lainnya,” sambung Arief.